Siapa yang akun Bonceng Part 2

 “Kak.. boleh antar aku pulang?” tanya seorang mahasiswi yang menggunakan jas almamater yang lusuh.

Ada sedikit nafas lega tercurah dari mulut Boy, setidaknya yang memanggilnya tadi bukanlah hantu wanita yang berdiam di kampusnya. Maya, itu adalah nama yang melekat di jas almamater yang lusuh itu.
“Halo.” Boy masih menanggapi gugup permintaan gadis berambut hitam yang panjangnya sebahu. Boy masih berpikir siapa dia, banyak pertanyaan yang terpendam dalam benak Boy tentang gadis itu.
“Tolong Maya, Kak.” Gadis itu mengharap pertolongan. Boy yang merasa ibapun menyanggupi permintaannya dan mengajaknya ikut ke parkiran.
Anehnya, muka gadis itu terlihat pucat dan rambutnya nampak lusuh. Boy mengira Maya tidak enak badan, Boy berinisiatif untuk mengajak Maya ke rumah sakit terdekat.
“Maukah kau ke rumah sakit di dekat kampus? Kau nampak tidak sehat,”


Maya hanya diam menanggapi tawaran Boy tersebut, aneh untuk dirasakan. Mereka sampai di parkiran motor, Boy langsung menyalakan mesin sepeda motornya dan mulai berjalan mengantar Maya.
“Di daerah Tanah Kusir ya, kak…”
Boy pun memacu motornya sesuai permintaan Maya. Ketika ditanya tentang alamat detailnya, Maya kembali tidak menggubris.
Jalanan yang sepi, hawa udara yang dingin menusuk tulang, membuat suasana hati Boy semakin mencekam. Entah apa yang ia rasakan, seakan tidak ada siapa-siapa di belakangnya.
“Maya?”
Boy masih memanggil nama Maya, tetapi tak ada jawaban yang menyambut sapaannya itu. Satu tarikan nafas pun tidak terdengar oleh Boy ketika menyetir. Hingga Boy menyadari sesuatu …
“Whoaa!!” Boy terkejut ketika ia berada di tengah-tengah pemakaman umum. Maya pun tidak ada di belakangnya, lantas siapa yang di bonceng Boy dari kampus barusan?